Beijing: video CIA untuk rekrut mata-mata China bentuk provokasi

Beijing – Kementerian Luar Negeri China menyampaikan dua video berbahasa Mandarin terbaru dari Badan Intelijen Amerika Serika (CIA) yang dimaksud berisi arahan ajakan pembocoran data rahasia Tiongkok sebagai bentuk provokasi.
"AS tidak ada cuma dengan jahat mencemarkan nama baik serta menyerang China, tetapi juga secara terang-terangan berupaya memikat personel China, bahkan pejabat pemerintah, untuk bermetamorfosis menjadi informan mereka," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian di konferensi pers di Beijing, Selasa.
"Ini merupakan pelanggaran serius terhadap kepentingan nasional China dan juga murni provokasi politik, kami mengutuk keras hal tersebut," kata Lin Jian menambahkan.
CIA merilis dua video baru dengan narasi juga teks berbahasa Mandarin demi membujuk siapapun –khususnya rakyat China– agar mau membocorkan data rahasia ke bidang ekonomi, urusan politik hingga keamanan untuk AS.
Dalam dua video terbaru berdurasi setiap-tiap dua menit yang dimaksud diunggah ke akun media sosial CIA pada 1 Mei 2025 itu menunjukkan gaya film mini dengan narasi juga musik latar yang digunakan menegangkan.
"Kami akan mengambil semua tindakan yang dimaksud diperlukan untuk dengan tegas menolak kegiatan infiltrasi serta sabotase dari luar negeri dan juga mempertahankan kedaulatan, keamanan, serta kepentingan penyelenggaraan nasional," tegas Lin Jian.
Amerika Serikat, ungkap Lin Jian, sudah pernah lama menggunakan segala macam metode buruk untuk mencuri rahasia negara lain, mencampuri urusan pada negeri negara lain, kemudian melakukan subversi.
"Perilaku yang dimaksud sangat melanggar hukum internasional dan juga norma dasar yang digunakan mengatur hubungan internasional, dan juga secara penting membahayakan keamanan lalu stabilitas internasional. Video berbahasa Mandarin yang dimaksud ditempatkan CIA di dalam media sosial merupakan pengakuan kuat lainnya melawan apa yang tersebut dilakukannya," ungkap Lin Jian.
Satu video di dalam akun Instagam CIA itu menceritakan manusia pejabat senior Partai Komunis China yang mengetahui dirinya setiap saat dipantau oleh badan mata-mata Tiongkok.
Ia pun menyaksikan beberapa seniornya hilang satu per satu, sehingga ia kemudian gelisah berhadapan dengan nasib dirinya lalu keluarga kemudian merasa wajib untuk menyiapkan rute pelarian.
Sementara satu video lainnya menunjukkan sudut pandang manusia pegawai muda yang digunakan waktunya habis untuk melayani bosnya menikmati kemewahan sedangkan karir dan juga kehidupannya stagnan serta semata-mata kembali ke apartemen kecil tempat ia tinggal dengan warga tuanya.
Dalam narasinya, sang pemuda mengungkapkan "Sejak usia muda, partai mengajarkan selama kita tekun mengikuti jalan yang digunakan ditetapkan para pemimpin, kita akan memiliki masa depan yang dimaksud cerah. Namun langit yang seharusnya dinikmati oleh semua warga pada saat ini hanya sekali dinikmati oleh beberapa orang. Saya menolak untuk berdiam diri,".
Kedua video pun diakhiri dengan adegan sang tokoh menghubungi CIA ke laman agensi tersebut.
Pada takarir yang mana menyertai kedua video itu disebutkan CIA menghargai orang-orang yang tersebut mau memberikan informasi untuk lembaga itu serta untuk melindungi agar pemberi informasi permanen aman, CIA memohonkan warga itu mengobservasi video cara menghubungi badan intelijen itu secara aman lalu bersabar hingga mendapat respon balik.
Kedua video itu pun ditaruh bersamaan ketika China merayakan Hari Buruh dimana pemerintah memberlakukan libur nasional selama lima hari yaitu pada 1-5 Mei 2025.
Rilis video yang disebutkan diambil setelahnya CIA pada Oktober 2024 meluncurkan upaya untuk merekrut informan baru pada China, Iran serta Korea Utara dengan mengunggah instruksi daring tentang cara menghubungi badan yang dimaksud dengan aman, menyusul apa yang disampaikan CIA sebagai upaya yang digunakan berhasil merekrut khalayak dari Rusia.
Direktur CIA John Ratcliffe sebelumnya menyatakan bukan ada musuh yang mana pernah memberikan tantangan yang tersebut lebih tinggi berat bagi Amerika Serikat jika dibandingkan dengan China dikarenakan dominasi pada bidang ekonomi, militer juga teknologi.
China disebut mempunyai kemampuan untuk menyerang Amerika Serikat dengan senjata konvensional, membahayakan infrastruktur Negeri Paman Sam melalui serangan daring, memiliki target aset Negeri Paman Sam di luar angkasa, lalu bahwa ingin menggantikan Negeri Paman Sam sebagai kekuatan Teknologi AI utama pada 2030.
CIA, menurut Ratcliffe, harus terus menanggapi ancaman yang dimaksud dengan urgensi, kreativitas, juga keberanian, dan juga video-video yang disebutkan semata-mata salah satu jawaban di melakukannya.
Sementara Kementerian Security Negara China yang dimaksud bertanggung jawab untuk pekerjaan intelijen di beberapa tahun terakhir pun mengubah citranya menjadi lebih banyak terbuka.
Lembaga itu punya berbagai pengikut dalam media sosial China dengan video pendek atau komik strip yang tersebut membunyikan peringatan tegas tentang bermacam ancaman terhadap negara tersebut, termasuk kampanye untuk memberi peringatan warga China agar tak menjadi agen mata-mata bagi negara asing kemudian supaya waspada terhadap upaya spionase.
Artikel ini disadur dari Beijing: video CIA untuk rekrut mata-mata China bentuk provokasi






