Biodata juga Agama Magomed Ankalaev, Petarung UFC Muslim yang digunakan Tolak Taruhan Rp3,2 Miliar dari Alex Pereira

Biodata lalu agama Magomed Ankalaev akan dibahas di tempat artikel ini. Dia adalah petarung UFC Muslim yang digunakan menolak taruhan senilai USD200.000 atau sekitar Rp3,2 miliar dari calon lawannya, Alex Pereira.
Diberitakan sebelumnya, Magomed Ankalaev dijadwalkan kembali bertarung melawan Alex Pereira pada UFC 313 dalam T-Mobile Arena, Las Vegas, Hari Sabtu (8/3/2025). Mendekati hari pertarungan, Pereira sempat memproduksi gebrakan dengan menantang Ankalaev untuk bertaruh amal sebesar USD200.000 atau sekitar Rp3,2 miliar.
Meski Pereira menyampaikan hasil taruhan nanti akan disumbangkan ke badan amal, Ankalaev lebih lanjut dulu menolak. Melansir MMAFighting, petarung Muslim itu menyatakan bahwa ajaran Islam tidak ada memperbolehkan judi atau taruhan, sehingga ia menyarankan Pereira untuk segera menyumbang hanya ke badan amal alih-alih mengajaknya memasang taruhan.
Biodata lalu Agama Magomed Ankalaev
Magomed Ankalaev merupakan salah manusia petarung MMA profesional selama Rusia. Saat ini, beliau berkompetisi dalam kelas berat ringan UFC.
Ankalaev lahir di tempat Makhachkala, Dagestan, Rusia, pada 2 Juni 1992. Awalnya, beliau sempat menekuni olahraga gulat klasik kemudian sambo.
Beberapa waktu berselang, Ankalaev beralih ke MMA. Dia menjalani debut profesional pada waktu mengalahkan Vasily Babich dari negeri Ukraina pada Januari 2014.
Ankalaev lalu menjalani debut UFC pada 2018. Namun, waktu itu debutnya berjalan kurang bagus pasca dikalahkan Paul Craig.
Bangkit dari kekalahan, Ankalaev kemudian terus menang serta mencatat statistik bagus. Kemenangan-kemenangan yang disebutkan melambungkan namanya ke eselon berhadapan dengan divisi kelas berat ringan UFC.
Saat mendapat sembilan kemenangan beruntun, datang kesempatan bagi Ankalaev untuk menantang mantan juara Polandia Jan Blachowicz di tempat Las Vegas pada Desember 2022. Akan tetapi, pasca lima ronde para juri tiada dapat menyetujui pemenangnya, sehingga kedua petarung meninggalkan arena tanpa gelar.






