Siapa yang tersebut Mengendalikan Perang dalam Kongo?

LONDON – Perebutan wilayah yang tersebut luas oleh pemberontak M23 di area wilayah timur Republik Demokratik Kongo yang tersebut kaya mineral telah lama memicu krisis kemanusiaan dan juga diplomatik, yang dimaksud melibatkan beberapa negara tetangga.
Sejumlah besar tentara Afrika telah dilakukan mengerahkan pasukan pada zona konflik, yang mempunyai sejarah panjang campur tangan dari luar.
DR Kongo sangat luas – dua pertiga ukuran Eropa Barat – sehingga menjadi anggota blok Afrika Timur kemudian Selatan.
Kedua kelompok regional yang dimaksud bergabung untuk mengadakan rapat darurat pada hari Hari Sabtu untuk mencoba kemudian mengakhiri pertempuran.
Siapa yang digunakan Mengendalikan Perang di dalam Kongo?
1. Republik Demokratik Kongo
Melansir BBC, pertama dan juga terpenting adalah Presiden Kongo Félix Tshisekedi. Ia ingin merebut kembali wilayah yang direbut pemberontak, termasuk kota terbesar pada timur Goma, lalu mengurangi mereka merebut tambahan sejumlah wilayah lagi.
Ia menyalahkan pemimpin Rwanda Paul Kagame sebab mengupayakan M23 dengan senjata kemudian pasukan, menuduh Kigali menyerbu wilayah Kongo dengan tujuan menjarah kekayaan mineral negara itu kemudian mengatur inovasi rezim.
Kasus bahwa Rwanda membantu serangan M23 didasarkan pada bukti yang tersebut disajikan di laporan PBB lalu diterima secara luas oleh sejumlah pemerintah Afrika serta Barat, yang mana telah dilakukan menuntut agar Kagame menarik pasukannya.
Namun, yang mana menghasilkan Tshisikedi frustrasi, tak ada yang mana menandingi retorika merekan dengan tindakan dan juga menanggapi seruan Kinshasa untuk sanksi juga tindakan keras lainnya.
Pemimpin Kongo itu juga khawatir tentang mempertahankan jabatannya.
“Saya pikir kelangsungan urusan politik pemerintahannya dipertaruhkan,” kata Jason Stearns, mantan penyelidik PBB dalam RD Kongo juga ketika ini menjadi profesor dalam Universitas Simon Fraser.
Ada kegelisahan bahwa kampanye M23 dapat memberanikan kekuatan oposisi internal atau memicu kudeta dalam pasukannya, yang mana memiliki reputasi terpecah-pecah lalu dirusak oleh korupsi.
2. Rwanda – Pemain yang digunakan Sulit Ditangkap
Melansir BBC, pada konflik ini, pemimpin lama Rwanda, Kagame, menjadi pusat perhatian, tetapi ia sudah pernah terlatih untuk menangkisnya.






