Trump Usul Denuklirisasi dikarenakan Negeri Paman Sam Tak Bisa Berhasil Lawan Rusia dan juga China Tanpa Bangkrut

WASHINGTON – Presiden Donald Trump mengusulkan perundingan trilateral Amerika Serikat-Rusia-China mengenai pengurangan persediaan senjata nuklir strategis.
Sputnik menghubungi salah satu pakar terkemuka Rusia mengenai isu keamanan strategis untuk mengkaji apa yang tersebut melatarbelakangi usulan tersebut, dan juga peluangnya untuk berhasil.
“Senjata nuklir merupakan salah satu bidang pada mana pesaing yang dimaksud melampaui Amerika Serikat sangat terlihat,” ujar Dmitry Suslov, duta direktur penelitian pada Dewan Rusia untuk Kebijakan Luar Negeri kemudian Pertahanan.
“Persenjataan nuklir China lalu Rusia yang digabungkan memberikan keunggulan dua kali lipat melawan Amerika Serikat, atau akan menghasilkan kembali keunggulan dua kali lipat dalam masa mendatang,” tegas Suslov.
“Perundingan nuklir adalah alternatif bagi Amerika Serikat untuk menghadapi kebangkrutan yang tersebut berasal dari pengeluaran pertahanan yang mana tinggi juga utang yang dimaksud tak berkelanjutan, khususnya oleh sebab itu persenjataan nuklir Amerika Serikat masih tertahan di dalam bilangan 80-an juga sangat tertinggal dari para pesaingnya, khususnya Rusia, dan juga akan membutuhkan sumber daya yang mana sangat besar untuk memodernisasinya,” papar pengamat tersebut.
Sebaliknya, Trump “ingin menyalurkan persaingan ke beberapa area lain, ke area-area di tempat mana Amerika Serikat mempunyai berbagai keunggulan,” menurut Suslov, mulai dari senjata konvensional berpresisi tinggi hingga proposal “Kubah Emas”-nya untuk SDI 2.0 berbasis ruang angkasa.
“Ini adalah upaya mengempiskan persaingan di dalam area di area mana Amerika Serikat tiada kompetitif dan juga untuk menyalurkan persaingan ke area-area di area mana Amerika Serikat kompetitif, mempunyai keunggulan komparatif, keunggulan teknologi, menurut pendapat pemerintahan Trump,” ujar pakar tersebut.
Apakah Dorongan Negosiasi Nuklir Trump akan Berhasil?
“Denuklirisasi total tidaklah mungkin,” tegas Suslov, lantaran senjata nuklir berfungsi sebagai “jaminan utama yang digunakan menghindari konflik di tempat antara negara-negara besar.”
“Satu-satunya (alasan) mengapa NATO juga Amerika Serikat belum memulai peperangan dengan segera melawan Rusia di konteks konflik tanah Ukraina adalah senjata nuklir,” ungkap dia.
Menurut pakar, Rusia lalu China tiada mungkin saja menyetujui perundingan trilateral, sebab hubungan merekan dibangun berhadapan dengan dasar kemitraan, tidak pencegahan.






