Dari Danau ke Pasar: Jumsari Pedagang Ikan Depok Berdaya Bersama BRI

DEPOK – Jumsari (31), manusia pedagang ikan konsumsi air tawar dalam Curug Agung, Depok, tak menyangka usahanya yang dimaksud bermula dari menangkap ikan di dalam danau ketika kecil sekarang ini tumbuh pesat. Berkat kegiatan Klasterku Hidupku dari BRI , pria jika Purwakarta, Jawa Barat, berhasil meningkatkan skala bisnisnya dengan berjualan hingga delapan ton ikan per minggu.
Sejak kecil, Jumsari telah akrab dengan dunia perikanan. Di kampung halamannya, ia kerap menangkap ikan mas, nila, kemudian mujair yang mana hidup di tempat danau untuk dijual. Berbekal pengalaman itu, ia merintis bidang usaha sendiri pasca menetap di dalam Depok. Namun, keterbatasan modal membuatnya sulit tumbuh lebih banyak jauh.
Pada tahun 2020, Jumsari mengenal kegiatan pendanaan dari BRI. Awalnya, ia memanfaatkan dana talangan untuk menjaga kelancaran arus kasnya. Setelahnya, ia mendapatkan bantuan modal sebesar Rp150 jt melalui acara Klasterku Hidupku . Dengan dana tersebut, ia mampu meningkatkan kapasitas pengiriman ikan dari Purwakarta hingga tujuh kuintal sekali kirim.
“BRI sangat membantu saya di mengembangkan perniagaan ini. Dulu saya hanya sekali mampu jual pada jumlah total kecil. Sekarang, pada sebulan, hasil penjualan dapat mencapai Rp200 juta,” ujar Jumsari.

Dari bilangan itu, Jumsari membelanjakan tiga per empat atau sekitar Rp150 jt untuk menjaga pasokan ikan tetap saja lancar dari Purwakarta. Sisanya, beliau gunakan untuk menghidupi dua orang pegawai, sedang sisanya menjadi penghasilan bersih per bulan.
Selain membantu bisnisnya berkembang, Jumsari juga merasa senang sebab usahanya berkontribusi di memenuhi keinginan pangan masyarakat. Ikan air tawar yang dijualnya tidak semata-mata digemari oleh sebab itu rasanya, tetapi juga oleh sebab itu kaya akan protein dan juga nutrisi penting. Protein di ikan diakui dunia medis mudah dicerna juga bermanfaat bagi perkembangan kemudian kondisi tubuh tubuh.
Untuk nilai ikan yang mana dijualnya, ikan mas serta mujair dibanderol Rp38 ribu per kilogram, ikan gurame Rp55 ribu, ikan bawal Rp35 ribu, ikan nila Rp40 ribu, kemudian ikan lele Rp28 ribu. “Dari semua jenis ikan, yang dimaksud paling laku adalah lele dan juga nila. Masing-masing 150 kilogram per hari. Harapan saya, Ramadan tahun ini dapat terjual semua jenis ikan hingga delapan kuintal di sebulan,” ungkapnya.
Program Klasterku Hidupku yang diinisiasi BRI memang benar bertujuan untuk membantu UMKM naik kelas. Menurut Pimpinan Pusat BRI Perkotaan Depok, Yuliyanto, kegiatan ini tiada hanya saja memberikan bantuan modal, tetapi juga pendampingan kemudian pelatihan agar perniagaan semakin berkembang.
“BRI berazam membantu UMKM melalui berbagai acara pembiayaan kemudian pemberdayaan. Dengan bergabung di klaster, para pelaku bidang usaha bisa saja saling berbagi pengalaman, meningkatkan daya saing, dan juga berinovasi,” kata Yuliyanto untuk SINDOnews.
.jpg)
Melalui inisiatif ini, anggota klaster seperti Jumsari mendapatkan pelatihan tentang pengelolaan keuangan, strategi pemasaran, hingga cara memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar. Pendukungan rutin juga dijalankan agar para pelaku perniagaan dapat mengatasi berbagai tantangan di dalam lapangan.
Selain memberikan pelatihan, BRI juga mewadahi para pelaku UMKM untuk berpartisipasi di berbagai bazar juga pameran sesuai dengan semangat kegiatan ini yakni pembiayaan pendampingan serta pemberdayaan. Hal ini, kata Yuliyanto, akan memberikan kesempatan bagi pelaku bidang usaha mikro untuk memperluas jaringan bidang usaha juga menjangkau pelanggan baru.
“Untuk skema kemudian bantuan terhadap kelompok Klaster UMKM bukan semata-mata kami berikan bantuan modal saja, akan tetapi ada penyuluhan dan juga pelatihan terhadap seluruh anggota yg ada di area kelompok tersebut. Dengan target para anggota kelompok mengerti akan cara mengiklankan serta pengolahan supaya daya beli tak kalah dengan barang luar pada umumnya,” lanjut Yuliyanto.
Kini, Jumsari merasakan usahanya tidak ada cuma berjalan, melainkan berprogres semakin besar. Dia berharap kerja mirip kelompok pelaku usaha dapat kemudian Bank BRI dapat semakin erat.
“Saya berharap bidang usaha ini bisa saja terus tumbuh dan juga membuka prospek bagi orang lain untuk bergabung bekerja dalam bidang ini. Dengan adanya dukungan dari BRI, saya semakin optimistis ke depan,” tutup Jumsari dengan penuh semangat.






